Archive for Agustus, 2009

Bermula dari Rp.300.000

Bapak Edi Susanto adalah sosok pengusaha muda yang mandiri, ramah, rendah hati dan seorang trainer motivasi. Beliau berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Ide cemerlang itu bermula saat beliau gagal UMPTN pada tahun 1999, namun beliau tak putus asa dan mendaftar lagi di DIII Perpajakan Undip pada tahun 1999, beliau diterima di DIII Perpajakan Undip. Pada tahun 2000 beliau masih ingin mengikuti UMPTN, namun beliau gagal lagi. Beliau di Drop Out (DO) dari DIII Perpajakan Undip pada tahun 2003 karena tidak mengikuti wisuda, padahal nilai Tugas Akhir(TA) beliau “AB”.

Di tahun yang sama beliau mendaftar lagi di S1 Ekstensi Psikologi Undip. Setahun telah berlalu, tetapi beliau di Drop Out (DO) lagi karena kekurangan biaya. Orang tua beliau sangat kecewa dan beliau tidak boleh pulang kampung dikarenakan hal ini.

Sejak peristiwa itu, beliau berfikir bagaiman mendapatkan penghasilan. Akhirnya beliau membuka Bimbel Antusias, dengan modal uang Rp. 300.000 yang didapat dari berhutang pada 50 orang temannya.
Baca lebih lanjut

Awards dari Arsyil_keren`s Blog

award

Terima kasih teruntuk :
Alamat blog : http://arsyil.blogspot.com/
Nama blog : Arsyil_keren`s Blog
Author : Arsyil Hendra Saputra

Akhirnya setelah sekian lama tidak dapat award kali ini dapat lagi.

Sesuai dengan aturan main award ini bahwa harus berbagi award tersebut kepada 10 blogger lainnya maka aku akan berikan award ini kepada :
1. abrari.wordpress.com
2. fouriers.wordpress.com
3. asfarian.wordpress.com
4. fatikhun.blogspot.com
5. bungakehidupan.wordpress.com
6. mukasapi.blogspot.com
7. engkaudanaku.wordpress.com
8. jokoteknik.wordpress.com
9. weibullgamma.wordpress.com
10. kolom-tutorial.blogspot.com

Selamat ya..

Semua Berawal Dari Percaya Diri Dari

Perbincangan dengan beberapa sahabat, banyak sahabat yang menyebutkan bahwa mereka tidak percaya diri dalam memulai sesuatu yang baru, seperti untuk mempublikasikan tulisan mereka, untuk memulai ke karir yang baru, untuk Memutuskan untuk menikah, untk memulai bisnis mereka, untuk melakukan presentasi, Dll. Beberapa kesimpulan yang bisa saya tarik dari perbincangan dengan para
sahabat, mengapa mereka tidak percaya diri adalah banyak sahabat mengurungkan niat mereka untuk memulai sesuatu dengan mengajukan alasan yang sedikit salah. seperti ” Saya tidak bisa, Saya tidak mampu, Pendidikan saya belum cukup, yang saya lakukakan kurang baik, dll”
Dalam memulai sesuatu di perlukan untuk membangun kepercayaan diri,dalam membangun kepercayaan diri jangan sekali-kali membuat alasan.
Baca lebih lanjut

Anak-anak belajar dari kehidupannya (Children Learn What They Live)

Bila seorang anak hidup dibawah kecaman
Ia belajar untuk menyalahkan
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan
Ia belajar untuk melawan
Bila seorang anak hidup dalam cemoohan
Ia belajar untuk menjadi pemalu
Bila seorang anak hidup menanggung rasa malu
Ia merasa selalu bersalah
Bila seorang anak belajar bertoleransi
Ia belajar sabar
Bila seorang anak hidup dalam dorongan
Ia belajar percaya diri
Bila seorang anak hidup dalam pujian
Ia belajar menghargai
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran
Ia belajar keadilan
Bila seorang anak hidup dengan penuh rasa aman
Ia belajar untuk beriman
Bila seorang anak hidup dengan restu
Ia belajar menyukai dirinya sendiri
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan
Ia belajar untuk mencari kasih ditengan dunia.

(Dorothy Law Nolte)

english version

Children Learn What They Live
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

(Dorothy Law Nolte)

sumber

Jangan Pernah Putus Asa

Anda pernah lihat iklan Coca Cola di televisi? Umumnya tema
dari iklan-iklan Coca Cola adalah optimisme. Coba lihat iklan
yang menggambarkan anak-anak yang ingin bermain layang-layang,
tetapi angin tak mau bertiup. Mereka nampak putus asa, tetapi
setelah minum sebotol Coca Cola, harapan dan semangat mereka
muncul kembali.
Baca lebih lanjut

Berkacalah Pada Diri Sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang
tak terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri
sendiri. Akan anda temukan bayangan yang tak terhingga.
Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa; ketakterbatasan
yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri.
Berkacalah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin diri orang lain. Di sana hanya terlihat
kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan
saja. Dan ini akan menjerumuskan anda ke dalam jurang
kekecewaan.
Baca lebih lanjut

Tidak Ada Yang Sia-Sia.

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.
Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami
pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya
karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila
anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan
pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan
wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya
terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu
rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.
Baca lebih lanjut