Posts Tagged ‘sabar’

KISAH PIPO DAN EMBRO

Apa pun yang Anda putuskan, ingatlah ini. Kebebasan finansial memang bebas, tapi tidak murah. Kebebasan mempunyai harga… dan bagi saya hal itu sepadan dengan harganya. Rahasia besarnya adalah ini: UNTUK MENJADI BEBAS SECARA FINANSIAL TIDAK DIBUTUHKAN UANG MAUPUN PENDIDIKAN FORMAL YANG TINGGI. JUGA TIDAK PERLU BERISIKO. SEBALIKNYA, HARGA KEBEBASAN DIUKUR DENGAN IMPIAN, HASRAT, DAN KEMAMPUAN MENANGGULANGI KEKECEWAAN YANG KITA ALAMI SAAT BERUPAYA MERAIHNYA. Apakah Anda rela membayar harganya? (The Cashflow Quadrant, hal.65 baris 22-26. Robert T. Kiyosaki bersama Sharon L. Lechter C.P.A)

Ada satu kisah yang ditulis Robert T.Kiyosaki sebagai ilustrasi awal dalam bukunya tentang Cashflow Quadrant, tempat anda memetakan langkah anda. Apakah anda employee,self-employed, business owner ataukah investor ? Aku lumayan tersentak ketika membaca ilustrasi awal yang dipaparkan kurang lebih demikian :

Adalah sebuah desa kecil nan indah, sebuah tempat yang menyenangkan, sekaligus pula desa yang menyedihkan karena sepanjang tahun desa akan mengalami kekeringan kalau tidak turun hujan, tragis bener!

Akhirnya diadakanlah sebuah sayembara … untuk mendapatkan putri kodok, oops (ini sih dongeng putri kodok).

Baca lebih lanjut

Iklan

Sepuluh Menit Lebih Lama

Orang-orang hebat sebenarnya hanyalah orang-orang biasa yang
memiliki tekad yang luar biasa. Saat orang-orang disekeliling
anda menyerah dan mundur, kertakkan gigi anda dan cobalah untuk
menggali sedikit lebih dalam. Sukses diraih dan dipertahankan
oleh mereka yang terus mencoba. Majulah, dan akuilah; hari ini
anda mungkin belum mencapai apa yang anda inginkan, harapkan
dan impikan. Salah satu kunci untuk mendapatkan impian anda
adalah sebuah tekad untuk tidak pernah menyerah.

Ralph Waldo Emerson berkata, “Seseorang disebut pahlawan bukan
karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani
bertahan sepuluh menit lebih lama.” Seorang atlit lari jarak
jauh belajar untuk menjadi “terbiasa”. Ia akan terus berlari
hingga kecapekan, tetapi ia tidak akan berhenti. Pelari biasa
akan menyerah. Tetapi, pelari jarak jauh tahu bahwa jika ia
dapat menahan kesakitan itu sedikit lebih lama, ia akan menjadi
“terbiasa”.
Baca lebih lanjut